Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Tampilkan postingan dengan label Desain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2017

Arsitektur Posmodern pada Bangunan Kantor di Universitas Negeri Padang

Nasbahry Couto


Isu-isu sekitar gaya arsitektur, umumnya hanya dikenal oleh orang “dalam”. Yaitu para partisipan seperti  desainer atau arsitek. Partisipan yang lain adalah  komentator dan pemerhati bangunan dan lingkungan, para penulis kritik arsitektur, yang tentu terbatas jumlahnya. Partisipan ini tidak mutlak selalu arsitek, bisa saja mereka adalah pemerhati yang memahami sejarah dan teori arsitektur. Seperti Charles Jenk, tokoh posmo yang melahirkan konsep enam tradisi arsitektur. Dia adalah seorang penulis dan pemerhati budaya ketimbang arsitek. Jadi kira-kira dalam posisi seperti ini pula tulisan ini ditulis. Dan muncul seadanya. Namun, tidak lupa pula penulis ucapkan terimakasih kepada sahabat penulis. Yaitu saudara Afriva Khaidir, MAPA., PhD. dari bagian perencanaan di UNP. Yang mendorong penulis untuk menyusun tulisan ini. Maksud lain diantaranya adalah untuk koran kampus Ganto, yang penulis maksud juga dimuat di blog penulis. Ada pula pembicaraan, bahwa dalam rangka peresmian pemakaian beberapa gedung baru di Universitas negeri  Padang, rasanya perlu muncul tulisan seperti ini yang diprediksi cendrung bergaya arsitektur posmodern (posmo). Sebelumnya, pembicaraan mengenai bangunan-bangunan ini mungkin hanya sebatas fungsi, sedangkan dari sisi arsitekturnya tidak terperhatikan atau diperbincangkan.

Minggu, 03 Juni 2012

Elemen dasar dan Prinsip Penyusunan Seni Rupa dan Desain Serta Teori Pendukungnya


Contoh pembangkit bentuk 3 D melalui batang sedotan

艺术与设计理论和支持者的基本要素和原则编制 
Подготовка основные элементы и принципы искусства и дизайна Теория и сторонников
कला और डिजाइन सिद्धांत और समर्थकों के बुनियादी तत्वों और सिद्धांतों की तैयारी
Oleh   Nasbahry Couto
24 Agustus 2012 (revisi Oktober 2020  untuk tidak salah tafsir)
Pendidikan seni rupa dan desain sekarang ini ada dalam posisi yang agak meragukan. Terutama jika arah  yang diajarkan kepada murid dalam kegiatan dasar-dasar seni rupa dan desain hanya untuk modus ekspresi dan estetika (modus Formalisme). Pada hal dasar-dasar pengetahuan ilmu seni rupa dan desain adalah basis dari industri negara maju. Untuk mengetahui lebih lanjut bisa ditelusuri dari buku (1) Design and Technology in the Primary School: Case Studies for Teachers atau buku Callaway,Gloria, Teaching Art and Design Primary Scholl , atau YvonneGaudelius, Peg Speirs,Contemporary issues in art education, Sebenarnya, ada bagian-bagian dari pembelajaran seni rupa yang logis dan menyadarkan anak-anak tentang lingkungan (benda, rumah, alam dsb) dan hal ini tidak selalu ada hubungannya dengan estetik  lihat  artikel ini Penekanan estetika di pelajaran nirmana pada seni dan desain itu sangat labil dan relatif. Misalnya dalam artikel " Nirmana 3d (Trimatra); Menjelajahi Dimensi Ketiga" entah dari mana muncul ilmu baru bahwa Prinsip prinsip Nirmana 3d itu adalah (1) Haptic (sentuhan), (2) Prinsip prinsip Nirmana 3d, (3) Form Follows Function, (4) Ergonomic / Ergonomis, (4) Proporsi, pada nirmana 3d dan refrensinya tentu saja Wucius Wong, walaupun Wucius Wong tidak ada menyatakan begitu. Jadi  ada kecendrungan mengarang karena malas membaca.Seni rupa dan desain memang bisa bertukar arah, hal ini bukan hanya tergantung niat pelaksana pendidikan, tetapi juga di dalam materi/substansi pengetahuannya bisa berbeda. Misalnya pengetahuan tentang prinsip estetika atau prinsp organisasi elemen seni (formalisme). 

Rabu, 12 Januari 2011

Sebuah Pembelajaran tentang Desain Arsitektur: Pengembangan Ide ke Konsep Grafis

Oleh: Harmaini Darwis & Nasbahry Couto
Uraian ini membahas tentang  bagaimana konsep ditumbuhkan dibidang arsitektur yaitu mulai  dari masalah ide  konsep grafis,  kreatifitas di bidang arsitektur, pembentukan  konsep dalam kebudayaan; pembentukan konsep pada seni, desain dan arsitektur; memahami  hirarki  konsep; berpikir lateral dalam  merancang arsitektur; aplikasi berpikir lateral dalam  merancang arsitektur; perumusan konsep arsitektur model william Pena. Uraian ini adalah sebagai pengantar kepada metodologi perancangan. Uraian ini adalah cuplikan buku Konsep untuk Desain Arsitektur: Bahan Ajar untuk Teori Arsitektur yang ditulis oleh kedua penulis tahun 2010.

Senin, 26 Juli 2010

Morfologi Bentuk Bangunan Tradisi Minangkabau Sebagai Refleksi Budaya


Oleh. Drs. Nasbahry Couto, M. Sn.  & Ir.  Harmaini Darwis, M. Sc.

A. PENGANTAR
1. Teori proses kreatif

Salah satu dari pemula pemikir teori proses kreatif di bidang desain adalah Cristhoper Jones (1971). Dia menjelaskan metodologi seni dan  desain dalam beberapa kategori seperti medode craft, black box, glass box dan problem solving.

Khusus untuk desain tradisional, dia dengan mengutip  Sturt (1923) menyebut desain tradisional adalah hasil suatu penyaluran informasi yang tidak mencolok selama berabad-abad, sebab informasi tertulis tidak ada, metoda  desain tradisional disebut Jones sebagai metoda kriya (craft method). Yaitu suatu metoda desain yang posesnya terjadi secara evolusi atau "trial and error", sebab para tukang tidak dan seringkali tidak dapat menggambarkan karya-karya di atas kertas, dan tidak pula mereka dapat memberikan alasan yang memadai bagi keputusan-keputusan desain yang mereka ambil.


Kamis, 24 Januari 2008

Dialog Mengenai kata Visual dan Budaya Visual

Seni Rupa FBSS-UNP Padang

Baru-baru ini saya mendengar bagaimana cara seseorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual memakai kata visual, jadi saya tertarik untuk menguraikannya dalam kesempatan ini. Masalahnya begini: mahasiswa itu akan mengadakan riset mengenai komik (dalam rangka skripsi/tugas akhir), yang akan ditelitinya adalah unsur-unsur visual komik. Dari diskusi saya mendapat kesimpulan bahwa yang akan ditelitinya itu adalah aspek nirmana atau dasar visual, timbul pertanyaan. Tepatkah yang ditelitinya ini dan mampukah dia menelitinya ? Menurut saya, maksud mahasiswa ini adalah unsur dasar visual ( basic visual design), bukan unsur visual komik dalam pengertian seni visual, budaya visual atau komunikasi visual.

Sebab, dalam konteks yang lebih luas,  unsur visual dapat juga berarti bahwa dia akan meneliti tentang : seni rupa (visual art), budaya visual (visual culture), komunikasi visual (visual communication), desain komunikasi visual (visual communication design), bahasa visual (visual literacy) dan sebagainya, semuanya itu berkaitan dengan masalah visual (unsur rupa).

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting