Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2013

Kebangkitan Nasional Indonesia

印尼民族觉醒, 
Индонезийская национальная Пробуждение, 

Oleh Prof. Dr. Mestika Zed, M.A.

Lima motivasi yang membangkitkan gerakan masyarakat Islam, yang tidak dimiliki oleh golongan lain. Pertama, se­bagai pribumi status hukum mereka paling rendah. Kedua, sebagai umat Islam mereka terancam oleh kristenisasi yang diprogram secara intensif. Ketiga, sebagai pedagang mereka dikuasai Cina. Keempat, dalam tradisi keraton mereka menjadi kawula gusti yang direndahkan martabatnya. Kelima, diskriminasi sosial yang buruk tidak memberi kesempatan bagi mereka untuk meningkat ke tangga kehidupan yang lebih baik, padahal agamanya mengajar mereka tentang kesamaan harkat manusia.1)


1) Dalam rangka peringatan Kemerdekaan RI ke-68 dirasa perlu untuk menurunkan artikel ini


Minggu, 26 Mei 2013

Partisipasi Politik: Pola Perilaku Pemilih Pemilu Masa Orde Baru dan Reformasi

Oleh: YALVEMA MIAZ, MA, Ph.D
(Editor Tulisan ini:  Nasbahry Couto)
Uraian lebih lengkap ada dalam buku ini, 

isinya antara lain: (1) pendahuluan, (2) teori tentang partisipasi politik dan perilaku politik, Partai politik dari masa ke masa, (3) Hasil penelitian penulis tentang Pemilu, (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi Partai Politik, dll. Terbitan: UNP Press, Padang, 2012. Buku ini menarik di baca, menjelang hajatan besar pemilu di Indonesia 2014

Kamis, 18 April 2013

Perilaku Memilih pada Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung

Oleh : M. Fachri Adnan
(Editor Tulisan ini:  Nasbahry Couto)

Uraian lebih lengkap ada dalam buku ini, terbitan UNP Press, Padang, Tahun 2011
Buku ini menarik di baca, menjelang hajatan besar pemilu di Indonesia 2014

A.  Latar Belakang

Setelah terjadi proses reformasi dan berakhirnya pemerintahan orde baru  tahun 1998, sistem politik Indonesia mengalami perubahan yang cepat dan signifikan.  Masa pemerintahan orde baru yang berlangsung selama kurang lebih 32 tahun sistem politik Indonesia belum bersifat demokratis ditandai dengan ciri; tidak adanya pemisahan kekuasaan secara jelas, kekuasaan didominasi oleh badan eksekutif yang berada pada Presiden Soeharto, kebebasan politik terbatas, partai politik tidak diberikan peluang berkompetisi secara sehat untuk mendapat dukungan rakyat, tentara mempunyai kekuasaan penuh mengendalikan kehidupan politik dan berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia (Weber, 2005). Gerakan reformasi itu menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap sistem politik Indonesia menuju sistem  pemerintahan negara yang  demokratis.

Kamis, 10 Februari 2011

Birokrasi, Birokrat & Kultur Pejabat Indonesia: Upaya Pemahaman tentang Tipologi Aparatur Negara dan Strategi Pengembangannya ke depan

Oleh: Mestika Zed
Makalah pengantar dipresentasikan pada Seminar Pengembangan Widyaswara bertema ”Peningkatan Kompetensi Widyasawara dalam Membangun Budaya Kerja Menuju Lembaga Diklat yang Berstandar Internasional”, diselengarakan oleh Litbang Pemda Sumatera Barat, Padang, Rabu, 29 Oktober  2008.

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting