Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Senin, 20 Desember 2010

Persepsi Huruf: Konsep Pemilihan Font

Hal 3

8. Persepsi Huruf: Konsep Pemilihan Font

Studi tentang font/huruf tidak hanya sebatas ungkapan ekspresi huruf, tetapi ke berbagai hal yang berhubungan dengan kejelasan pembacaan dan display di antaranya adalah berikut ini, (1) huruf untuk arsitektur (bangunan), (2) untuk tampilan di TV, (3) Web, (4) huruf untuk buku, (5) untuk majalah (6) huruf untuk mass-media surat kabar. Beberapa hal yang berkaitan dengan per­sepsi adalah berikut ini:
(1) kejelasan pembacaan huruf,
(2) lama pembacaan dan keletihan mata dalam pembacaan,
(3) jarak antara huruf, besar huruf standar untuk mas media, buku.


Umumnya jenis huruf sanserif mudah dibaca di bandingkan dengan jenis hu­ruf serif dan dekoratif, karena itu jenis font sanserif paling banyak di­pakai da­lam berbagai kepentingan, untuk memperlihatkan hal ini dapat dili­hat pada gam­bar di bawah ini sbb.


Dari gambar font di atas terlihat bahwa jenis huruf dekoratif paling sulit untuk di baca atau kurang jelas penampakannya. Jenis huruf serif adalah yang ujung-ujung hurufnya berkait atau melengkung, dari penelitian ter­nyata hu­ruf jenis ini baik untuk buku, karena dalam pembacaan yang lama tidak meletih­kan mata. Contoh huruf jenis ini misalnya Time New Roman, den­gan 12 pt. Huruf T Roman yang kecil dari ukuran ini agak sulit di baca. Sedangkan huruf san­serif adalah yang pal­ing baik untuk poster, billboard , neon sign, arsitektur dan display grafis untuk luar ruang, kurang baik untuk buku.

9. Beberapa Model font yang Populer pada Masa Kini dan Per­kem­ban­gannya


Di bawah ini adalah beberapa contoh font yang sering terpakai dalam du­nia desain grafis. Menurut David Airey ada 13 jenis font yang populer di­pakai dalam mas media seperti majalah, buku, internet, display, arsitektur dan seba­gainya.[7] Khu­sus untuk web ada 15 font, dan untuk blogger 54 tipe font dengan karakter, uraian ini adalah untuk melengkapi persepsi terhadap font

No
Nama font
Sejarah dan Perkembangannya
1)
AKZIDENT GROTESK
Akzidenz Grotesk adalah jenis font sans-serif pertama yang paling luas dipakai, pada awalnya dirilis tahun 1898, oleh penemu font H. Berthold AG. Pada awalnya juga dikelirukan sebagai huruf Helvetica dan atau Univers.
2)
AVENIR
Avenir typeface dirancang Adrian Frutiger tahun 1988. Adrian Frutiger diminta untuk merancang jenis tipe san serif setelah 40 tahun lamanya berkembang tipe huruf ini. Dia mencoba pengalaman dan gaya penulisan yang dikembangkan pada abad ke-XX yang dibutuhkan cetakan yang berkesan moderen. Di antara aplikasinya adalah penggunaan Avenir untuk kota Amsterdam. BBC London juga menggunakan Avenir sebagai font logo dan identitas perusahaannya.
3)
BODONI
Bodoni adalah nama yang diberikan kepada beberapa seri huruf yang dirancang Giambattista Bodoni tahun 1798. Jenis huruf ini agak ramping dan terdapat perbedaan ekstrim bagian hurufnya yang tipis dan lebar. Secara total struktur hurufnya dibangun dengan geometris ketimbang aspek lengkungnya/dekoratifnya.
4)
CASLON
Caslon adalah bagian dari keluarga huruf serif yang dirancangoleh William Caslon (1692–1766). Tipe huruf ini pertamakali dirilis tahun 1734. Tipe huruf Caslon didistribusikan Persemakmuran Inggris, termasuk ke wilayah Amerika Utara. Banyak dari hasil karya cetakan Amerika pada awalnya dipengaruhi gaya Inggris ini, terutama melalui hubungan pelayaran dari Inggris ke Amerika. Tipe huruf Caslon sangat berhasil dan banyak dipakai dalam berbagai dokumen bersejarah, di antaranya untuk deklarasi kemerdekaan Amerika. Sesudah kematian William Caslon, penggunaan tipe huruf ini kemudian berkurang, namun pada tahun1840-80 terdapat kebangkitan kembali pemakaiannya khususnya pada gerakan Arts and Craft Movement di Inggris dan akhirnya juga dipakai sampai hari ini dalam berbilang tahun oleh banyak orang. Banyak mesin printer dan perancang huruf memakai caslon sebagai sebuah kewajiban jika tidak ada huruf lain ditetapkan. Tipe huruf Caslon menjadi populer dalam berbagai sudut pandang, dia populer pada abad ke-XVIII dan menjadi moderen pada awal abad ke-XIX. Saat jenis huruf diperbarui di Amerika dan Inggris, maka Caslon selalu jadi model awalnya.
5)
CLARENDON
 

Tipe huruf Clarendon adalah karya Robert Besley dari   Inggris untuk Fann Street Foundry, tahun 1845.
6)
FRANGKLIN GOTHIC
Franklin Gothik dirancang Morris Fuller Benton, tahun 1902. Gotik ada­lah suatu nama yang arkhaik (kuno)
sebuah istilah yang mengasosiasikan pikiran kita ke masa lalu, tetapi ma­sih ter­pakai hari ini, tipe huruf ini ditujukan untuk je­nis font 'sans-serif' yang luas dipa­kai di Kanada, kerajaan Inggris dan Amerika Serikat.
Victor Caruso mengambil jenis huruf ini untuk koorporasitypeface Inter­na­sional (ITC) tahun 1980. Dia merancang kembali jenis huruf ini ke ber­bagai serial tipe font Frangklin Gothic (Bold & Con­ndensed)
7)
FRUTIGER
Tipe huruf Frutiger dirancang desainer huruf Swiss Adrian Frutiger atas permintaan komisi pembangunan kembali bandara Internasional Charles de Gaule tahun 1968 di Perancis. Komisi ini membutuhkan sistem tanda yang mudah dibaca, sebagai ganti tipe huruf univers. Adrian Frutiger memilih untuk mendisain jenis font yang baru dan diselesaikannya pada tahun 1975 dan dipasang pada tahun itu juga di bandara internasional ini.
Frutiger adalah jenis font sans-serif yang rsional dan jelas di baca dibandingkan dengan Univers, tetapi dengan mengambil proporsi serta bagian jenis huruf Gill San, Hasil adalah jenis huruf Frutiger yang lebih mudah dibedakan dan dibaca. Huruf ini menjadi bagian properti bandara Charles de Gaulle yang modern. Tampilannya mudah dibaca dari berbagai penjuru/sudut, ukuran, dan jarak, baik dari jarak pandang dekat dan jauh sangat mudah dikenali (font untuk lingkungan).
8)
FUTURA
Futura didesain tahun 1927 oleh Paul Renner. Meskipun Paul Renner tidak bekerjasama dengan gerakan sekolah desain Bauhaus.
Dia menyadari struktur huruf sebagai elemen penting dari tipe font moderen dan mengekspresikan kepada model ciptaannya.
Jenis huruf futura sangat berhasil dikembangkan sebagai salah satu jenis huruf san-serif dan salah satu jenis huruf yang terpakai sampai ke abad ke-XXI. Misalnya, dia dipakai pada perusahaan Volkswagen dan Union Pacific. Perusahan penerbangan Swiss airline, Swissair, juga menggunakan Futura from antara tahun1950-an s.d1990-an, termasuk perusahaan komersial Boeing Airplanes sangat banyak menggunakan variasi huruf Futura (medium, Lt Bt, Demi) pada label dek penerbangan, dan juga pada panel instrumen serta informasi. Futura sampai hari ini adalah keluarga huruf penting untuk kepentingan digitalisasi di komputer, untuk produk cetakan sebagai headlinedan body font.
9)
GARAMOND
Tipe huruf Garamond muncul pada tahun 1540-an, dikembangkan dari huruf Yunani Claude Garamond atas sebuah komisi yang ditunjuk raja Perancis François I tempat komisi ini bekerja untuk menciptakan tipe huruf percetakan kerajaan, huruf dipakai untuk serial buku Robert Estienne. Pada petinggi kerajaan selanjutnya mengadopsi tipe Garamond-Romwi untuk barang cetakan. Tipe huruf ini menyebar luas melalui pengaruh Perancis sampai ke Amerika dan juga di Eropa Barat.
10)
GILL SANS
Gill Sans didesain Eric Gill tahun 1927-30. Gill adalah seorang pematung, seniman grafis dan desainer huruf, dan tipe font Gill Sans typeface memberi inspirasi kepada tipe huruf Johnston yang dipakai pada jalan bawah tanah kota London.
11)
GOTHAM
Tipe huruf Gotham di desain baru-baru ini atau tahun 2000-an oleh desainer huruf New York, Tobias Frere-Jones. Bentuk huruf Gotham terinspirasi oleh bentuk-bentuk penanda arsitektural yang   popular pada pertengahan abad ke-XX, dan yang populer di kota New York. Designer Tobias Frere-Jones merancang   sistem penanda pada fasade bangunan di jalan Eighth Avenue, Port Authority Bus Terminal City kota New York dan nama ini terinspirasi proyek Gotham.
12)
HELVETICA
Helvetica dirancang Miedinger dan Eduard Hoffmann pada Haas’sche Schriftgiesserei (Haas type
foundry) dari Münchenstein, Swiss. Haas menset jenis huruf sans-serif yang baru dan bersaing dengan tipe huruf Akzidenz Grotesk di pasaran negara Swiss. Aslinya disebut Neue Haas Grotesk (Haasn Grotesk Baru), tetapi nama ini kemudian diubah perusahaan induk Haas yang bernama Stempel di Jerman tahun 1960 kepada nama Helvetica – yang berasal dari nama Confederatio Helvetica, tujuannya merebut pasar internasional.
13)
UNIVERS
Univers adalah nama yang diberikan perancang huruf Adrian Frutiger tahun 1956 Antara tipe huruf Univers dan Helvetica dapat mirip dan meragukan, yang terinspirasi oleh tipe huruf Akzidenz Grotesk keluaran tahun 1896.Tipe font ini sangat menonjol dipakai pada desain grafis negara Swiss.
Tahun 1997 Frutiger mengerjakan kembali seluruh jenis huruf Univers family dan menggabungkannya dengan jenis Linotype, dan menghasilkan jenis huruf Linotype Univers.




Sebagai kesimpulan bagi kepentingan desain, sebaiknya dijelaskan kon­sep pemakaian huruf (konsepsi font) sebagai berikut.

(1) Jenis pembaca misalnya anak-anak atau buku ilmiah, hal ini berkai­tan den­gan ekspresi huruf.
(2) Ungkapan huruf, kenapa dipilih jenis font tertentu oleh desainer, apa ala­san­nya dari segi ungkapan (ekspresi huruf), atau ekspresi huruf ju­stru diabaikan?.
(3) Kejelasan Persepsi, kenapa memilih jenis font tertentu, bagaimana aki­bat pe­milihan itu bagi kejelasan persepsi seperti jenis font, besar font, jarak antara huruf, jarak pandang pengamat terhadap huruf.
(4) Lama pembacaan, misalnya buku dan majalah, jenis font yang di­li­hat dari kendaraan, yang dilihat pada display toko.

10.Gaya atau Corak Desain Grafis


a. Gaya Desain Grafis


Beberapa kosa kata yang mirip artinya dengan style adalah berikut ini. Type/tipe, Varisasi, Karakter, Jenis/Kind, Kategori, spesies, pola (pattern)
Style atau gaya adalah kekhasan (distinctive) dan atau identitas, in­denti­fi­kasi (identifiable) dari bentuk (form) misalnya karya seni rupa dan ar­sitektur. Menurut KBBI gaya adalah dapat berarti adat dan bentuk irama lagu (KBBI, 1989:494).

Dalam bahasa Inggris, gaya disebut dengan style yang berarti, co­rak, mode dan gaya, misalnya gaya bahasa. Stilistik adalah ilmu gaya ba­hasa (Echols, 1090:564). Kata gaya kadang-kadang disebut dengan corak dan stilistik tetapi dalam penger­tian yang lebih sempit. Dalam sastra terdapat istilah genre, yaitu kategori, atau jenis karya sastra, misalnya puisi.

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa pengertian gaya desain gra­fis da­pat ditafsirkan berbeda-beda. Bagaimanakah caranya kita dapat men­ginden­tifikasi gaya karya desain grafis itu?. Para ahli sepakat bahwa gaya hanya da­pat kita keta­hui jika kita mempelajari desain grafis dalam konteks budaya dan sejarah sosial. Misalnya, perkembangan gaya desain grafis Barat sejak zaman klassik, zaman pertengahan, renaisan, zaman barok, rokoko, neok­lassik dan seterusnya, sampai ke gaya-gaya seni mod­ern dalam sejarah seni, se­hingga kita dapat mengetahui dan membanding­kan karya seni seniman terse­but dengan salah satu atau beberapa gaya seni pada masa tertentu. Menu­rut Feld­man (1967) konsep gaya sangat di­perlukan dalam studi seni visual, terma­suk desain grafis. Namun, dia bisa menjadi sumber kerancuan.

Sebab kata gaya memiliki banyak arti. Gaya dapat diartikan sebagai su­atu karya menurut periode tertentu dalam sejarah (langgam); tetapi dia bisa diarti­kan sebagai gaya desain grafis dari suatu bangsa (nation style); atau su­atu dae­rah, per­kembangan gaya karya arsitek dan sebagainya.

Selanjutnya; style dapat berarti gaya dalam pengertian mode karya. Misalnya, sebagai persetujuan terhadap hasil karya seseorang dengan gaya seni di suatu za­man. Misalnya, dalam desain pakaian yang Sebagai suatu cara ilmiah dalam pengklassifikasian, tentu berpedoman kepada fe­nomena atau kategori tertentu. Mi­salnya, fenomena yang umum, dengan perkataan lain, suatu pen­gelompokan gaya sebagai rumpun (keluarga), atau kategori aritektur tertentu. Satu dengan lainnya, wa­lau­pun tidak memiliki persamaan yang mutlak tetapi memiliki kemiripan.

Menurut Feldman, mempelajari suatu gaya dapat diring­kaskan oleh empat alasan utama berikut ini.
1) Kesepakatan (konvensi) penggunaan ketegori tertentu untuk berpikir dan menye­butkan berbagai variasi karya yang diproduksi selama be­be­rapa pe­ri­ode, jadi berhubungan dengan teori, sejarah dan kritik de­sain grafis.
2) Membantu memahami perupa di suatu periode tertentu dalam seja­rah, atau dalam daerah tertentu.
3) Membantu membandingkan ungkapan pikiran dan penilaian terha­dap karya desain grafis yang terkait dengan suatu gaya tertentu, di mana terda­pat kesamaan disebut gaya dan dibandingkan dengan tujuan-tujuan peni­laian atau kritik terhadapnya.
4) Mengetahui beberapa gagasan/ide/inspirasi yang berkaitan dengan tu­juan ber­karya, atau ungkapan visualnya.

Beberapa contoh desain berdasarkan gaya adalah berikut ini.[8]

b. Desain Grafis Moderen Gaya Internasional


Setelah Perang Dunia II, para desainer di Switzerland dan negara Jerman mengkodifikasi desain grafis modern ke dalam suatu pergerakan yang menyatu yang disebut Desain Swiss, atau Gaya Tipografi Interna­sional. Para desainer ini mencari kesepakatan yang netral dan pendekatan yang objektif untuk men­gem­bangkan pe­rencanaan yang rasional dan me­longgarkan hubungan subjek­tif, atau individu, dan ungkapan dalam de­sain. Pada masa ini, muncul sistem grid dan komposisi asime­tris dalam desain grafis, beberapa ciri desain itu adalah sebagai berikut ini.

  • Kelompok Swis ini mulai membangun modul grid horisontal dan ver­tikal un­tuk mendesain dan membiasakan hal ini sebagai sebuah struk­tur untuk mengatur barisan unsur-unsur desain mereka (seperti huruf dan gambar).
  • Untuk pengolahan gambar, para desainer ini lebih menyukai foto­grafi dan teknologi terkini lainnya untuk mengarahkan pengemban­gan de­sain grafis sebagai sumber imajinasi; karena ketepatan buatan me­sin dan ke­mampuan tidak membiaskan rekaman sebuah subjek. Karya-karya desain sebelumnya mengutamakan karya yang dibuat dengan gambar tangan.
  • Mereka menciptakan tata atur (layout) yang tidak setangkup (asy­me­tri).
  • Mereka menganjurkan desainer memilih tipe huruf sans-serif se­be­lum mereka merancang.
  • Elemen-elemen bentuk dari sebuah gaya yang memperlihatkan kese­lara­san (harmony) dan kejelasan (clarity) dan para penganut gagasan ini melihat hal itu sebagai hal yang sesuai dengan ungka­pan zaman tek­nologi dan sain­tifik sehabis perang.
  • Josef Müller-Brockmann adalah seorang desainer terkemuka, pendi­dik, dan pe­nulis yang membantu mendefinisikan gaya ini. Karya-ka­ryanya dalam bentuk poster, publikasi, dan desain iklan adalah se­buah para­digma yang baru dalam gerakan itu.
  • Di dalam rangkaian poster-poster konser yang diadakan di Zu­rich, Müller-Brockmann memperlihatkan bagaimana dia menggunakan warna, dan tata atur elemen bentuk geometrik, dan huruf, yang mengek­spresikan sebuah struktur dan ritme yang memiliki kualitas musikal.
c) Desain Grafis Gaya Posmoderen

Dengan berakhirnya tahun 70-an, banyak desainer arsitektur, de­sainer pro­duk, dan desainer grafis bekerja dengan konsep berpikir tradisi-modern. Gerakan itu masuk ke dunia akademis sehingga menyebabkan hilangnya kapa­sitas mereka berinovasi.


Para desainer yang lebih muda menolak dan mengubah ajaran pan­dan­gan modern dan memertanyakan filosofi form-follows-function (bentuk mengi­kuti fungsi) desain. Filosofi itu diasosiasikan sebagai kele­mahan, ka­rena diang­gap me­miskinkan dan dihubungkan dengan perusa­haan versi modern yang memunculkan gaya tipografi internasional.


Dalam mendesain, para desainer mulai menetapkan polanya sendiri, dan me­langgar pola grid; lalu menjungkirbalikkan format gaya grafis yang ada. Kemudian, menyelidiki unsur-unsur historis atau lokal dan de­koratif untuk mengangkat unsur dan konsep subjektif dan atau eksentrik ke dalam desain. Pengembangan reaksi ter­hadap modernis ini disebut postmodern­ism. Sebagai akibatnya, terdapat banyak sekali arah desain yang baru. Se­bagai contoh ada­lah desain kover majalah WET oleh April Greiman yang bekerjasama dengan Jayme Odgers (1979). Sepanjang ak­hir tahun 1970-an, karya-karya April Grei­man telah disambut baik seba­gai contoh karya eksperimen postmodern­nya. Seperti yang diketahui se­jak tahun 70-an sam­pai 80-an, terdapat gejala me­ningkatnya jumlah wa­nita yang masuk ke kegiatan de­sain grafis dan mem­pero­leh prestasi dalam kegiatan ini.


Contoh tipografi yang dinamis dan warna-warni montasenya adalah ha­sil kerjasama dengan fotografer Jayme Odgers. Sebuah kover untuk majalah WET me­rupakan sebuah gambaran semangat budaya di Califor­nia selatan yang cam­pur baur. Karyanya tahun 1979 adalah sebuah foto­kopi warna pe­nyanyi Rick Nelson yang dikolasekannya dengan surat ka­bar, kertas Jepang, dan semprotan airbrush yang dikombinasikan dalam suatu desain yang kom­pak. Greiman juga bereksperimen dengan imaji-imaji video pada cetakan gra­fis. Pengaturan tata ruang yang dinamis dan bentuk-bentuk geometrik yang deko­ratif adalah ciri khas karya desain postmodern. Contoh karya se­perti ini dapat dili­hat pada se­buah poster tahun 1983, yang dirancang oleh William Longha user. Pada desain grafis ini kita lihat pembentukan huruf-huruf dari nama akhir arsitek post­mo­dern Michael Graves. Pem­bentukan­nya dibuat se­cara fantastis, sebagai penga­ruh pola dan tekstur bangunan Graves seba­gaimana kebanyakan desain posmo se­hingga hasil de­sainnya terlihat lebih menarik.


d) Desain Grafis Gaya Alternatif


Desain grafis alternatif adalah gaya desain yang berbeda dengan main­stream desain grafis yang umumnya berlangsung di kalangan indus­tri dan ad­vertising. Bahkan, bertentangan dengan prinsip grafis yang di­tujukan untuk ekonomi. Hal ini disebabkan banyak faktor di anta­ranya sebagai berikut.

a. Gaya individu yang mencari gaya sendiri, yang kemudian mem­pen­ga­ruhi lainnya, sehingga menjadi gaya kelompok.

b. Mereka mengadakan penyimpangan dari mainstream desain grafis yang ber­laku, baik budaya dan politik. Hal ini dapat di­lihat pada de­sain grafis negara Cuba, Cina dan lainnya. 

c. Munculnya seni pop jalanan di kota-kota besar yang menggambar­kan ungka­pan subkultur. 

Gambar Kumpulan Contoh-contoh Gaya Grafis, (Sumber: Couto, Nasbahry (2009d). 


Buku konsumen khusus yang berkesan formal di Indonesia (majalah Konstruksi, Setiawan Sabana, 2008)
  

 Cover majalah anak-anak dan remaja gayanya cenderung ke gaya desain grafis alternatif dan desain pop di Indonesia (Bobo, Keren Beken, 2010)


Poskan Komentar

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting