Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Jumat, 27 Februari 2015

Prinsip Kognisi Desain (Psikologi Persepsi)-2

Hal 2

B.2. Gibson (1966) dan Persepsi Proses Bottom-up
Gibson mengkritik keras gagasan bahwa persepsi manusia melibatkan proses top-down dan menolak diskusi Gregory tentang ilusi visual dengan alasan bahwa mereka hanya contoh buatan dan bukan imaji sebenarnya yang biasa ditemukan di lingkungan visual yang normal. Hal ini sangat penting karena Gregory menerima bahwa kesalahan persepsi adalah pengecualian daripada norma persepsi. Ilusi mungkin fenomena menarik, tetapi mereka mungkin saja bukan informasi yang perlu diperdebatkan.


James Gibson
Sumber:https://cs3240group07.files.wordpress.com/2012/03/gibson.gif

James Gibson (1966) berpendapat bahwa persepsi langsung itu yang penting, dan dia tidak tunduk pada pengujian hipotesis yang diusulkan Gregory. Ada informasi yang cukup di lingkungan manusia untuk memahami dunia dengan cara langsung. Bagi Gibson: sensasi adalah persepsi: apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan.Tidak perlu untuk diinterpretasikan. Sebagai informasi yang diterima langsung tentang ukuran, bentuk dan jarak dll yang cukup rinci, cukup bagi manusia untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan.

Sebagai contoh, dukungan dari argumen bahwa persepsi langsung adalah hasil gerak paralaks. (lihat uraian tentang persepsi ruang, kedalaman dan jarak). Ketika manusia bergerak melalui sebuah lingkungan, benda-benda yang dekat seakan dilewati lebih cepat daripada yang lebih jauh. Kecepatan relatif benda-benda ini menunjukkan kedekatan atau kejauhannya. Hal ini terbukti ketika Anda bepergian dan bergerak dengan kereta cepat. Jadi semua informasi bisa diperoleh langsung dari persepsi tanpa mengandalkan skemata memori (Top-down, seperti contoh Gregory).

Gibson (1972) berpendapat bahwa persepsi adalah proses bottom-up, yang berarti bahwa informasi sensorik harus dianalisis dalam satu arah: dari analisis data sensorik sederhana yang baku ke data yang semakin meningkat kompleksitasnya untuk dinalisis melalui sistem visual. Gibson yang pernah bekerja untuk melatih pilot, berusaha untuk memberikan latihan persepsi ke para pilot tentang kedalaman selama Perang Dunia Kedua, dan pekerjaan ini membuatnya sebuah pandangan bahwa persepsi Anda tentang permukaan adalah lebih penting daripada persepsi kedalaman atau ruang. 


Gambar  5Aliran array (kesatuan) optik dalam alur luncur pendaratan pesawat terbang.

Menurut Gibson pola aliran optik tersebut dapat memberikan pilot  informasi yang jelas tentang arah mereka, tentang kecepatan dan ketinggian. Permukaan berisi fitur yang cukup untuk membedakan objek yang berbeda satu sama lain. Selain itu, persepsi terlibat dengan tindakan mengidentifikasi fungsi objek: apakah dapat dibuang atau dipertahankan, atau apakah permukaan itu bisa  (di darati oleh pesawat), dan sebagainya.

Gibson menyatakan bahwa persepsi dalam arti pentingnya adalah persepsi langsung. Dia bekerja selama Perang Dunia II pada masalah pemilihan dan pengujian pilot menyadari: “Pada awal bekerja pada penerbangan ia menemukan apa yang ia sebut 'pola aliran optik'. Ketika pilot mendekati landasan titik arah yang pilot bergerak muncul bergerak, dengan sisa lingkungan visual ternyata bergerak menjauhi titik itu”.

Tiga komponen penting dari Teori Gibson adalah
  1. Pola Arus Optic;
  2. Fitur Invarian; dan
  3. Affordances.
Cahaya dan Lingkungan Pola Arus Optic
Perubahan aliran array optik berisi informasi penting tentang apa jenis gerakan yang sedang terjadi. Sebagai contoh:
Setiap aliran dalam array optik berarti bahwa perseptor bergerak, jika tidak ada aliran perseptor yang statis. 
Aliran array optik baik akan datang dari titik tertentu atau bergerak menuju satu. Pusat gerakan yang menunjukkan arah perseptor bergerak. Jika aliran tampaknya keluar dari titik tertentu, ini berarti perseptor bergerak menuju titik itu; tetapi jika aliran tampaknya akan bergerak menuju titik itu, maka perseptor bergerak menjauh. Lihat di atas untuk bergerak ke arah objek, di bawah bergerak menjauh:

Gambar 6 Arus Optic pola untuk orang yang melihat keluar dari bagian belakang kereta api.
   
Peran Invariants (hubungan yang tidak bisa diubah) pada Persepsi

Umumnya manusia jarang melihat tampilan statis dari suatu obyek atau adegan. Ketika manusia menggerakkan kepala dan mata atau berjalan di sekitar lingkungan Anda, semua hal bergerak masuk dan keluar dari bidang pandangan manusia. Persepsi tentang tekstur berkembang saat objek didekati atau dijauhi.

Ada pola atau struktur yang tersedia sebagai gradien (hubungan yang tidak bisa diubah) dari tekstur sebagai sumber informasi tentang lingkungan. Aliran tekstur Invarian, yaitu selalu terjadi dengan cara yang sama seperti yang kita bergerak di sekitar lingkungan dan, menurut Gibson, adalah isyarat langsung penting untuk kedalaman. 

Dua contoh yang baik dari invariants
(1)Tekstur, umumnya manusia akan melihat dinding bangunan bertekstur dari jauh, tetapi saat didekat, ternyata, susunan jendela.
(2) Perspektif linier, dua garis sejajar, misalnya rel kereta api, sejajar waktu didekati, namun akan menuju satu titik dalam pandangan perspektif, batangan balok makin jauh makin merapat dan jarang pada lokasi yang dekat.


Gambar 7. Peran invarians pada persepsi dinding bangunan, didekati hanya kotak-kotak, dijauhi jadi tekstur

Affordances (Menindak)
Singkatnya, isyarat (cues) dari lingkungan dapat dilihat sebagai bantuan persepsi. Isyarat (cues)  penting dalam lingkungan meliputi: 
  1. Array Optik: Pola cahaya dari lingkungan yang mencapai mata. 
  2. Relatif Brightness: Objek yang lebih cerah, gambar yang lebih jelas dianggap sebagai lebih dekat (isyarat kedekatan-kejauhan)
  3. Tekstur Gradient: butir tekstur semakin kecil saat objek dijauhi. Memberikan kesan permukaan surut ke kejauhan,(isyarat tentang jarak) 
  4. Ukuran Relatif: Ketika sebuah benda bergerak lebih jauh dari mata gambar semakin kecil. Objek dengan gambar yang lebih kecil dipandang lebih jauh. 
  5. Superimposisi: Jika gambar satu objek ditutupi, oleh citra yang lain, objek pertama dipandang sebagai lebih dekat. 
  6. Letak objek pengamatan. Objek tinggi di bidang visual Objek lebih jauh umumnya dipersepsi lebih tinggi di atas bidang visual
Persepsi-persepsi di atas, jelas akan berpengaruh, pada seorang pilot sewaktu mengadakan penerbangan. Artinya ada hubungan antara melihat (persepsi) dengan bertindak, dan hal ini disebut oleh Gipson dengan “affordance”. Kita harus memahami bahwa dengan adanya isyarat-isyarat seperti ini dari lingkungan : (1) menyebabkan manusia memahami situasi, (2) menyebabkan manusia bertindak, bereaksi terhadap isyarat, (3), mengingatnya sebagai sebuah pengalaman. Selanjutnya adalah sebagai acuan untuk bertindak saat masa yang akan datang jika situasinya sama. Penemuan Gipson ini, kemudian dikembangkan lebih jauh untuk oleh para ahli psikologi untuk kegunaan yang berbeda, misalnya untuk memahami hubungan manusia dengan komputer.

Gambar. 8. Teko, dan pegangannya. Pegangan teko memungkinkan timbulnya affordance (menindak) pada manusia yang mendekatinya, dengan melihat pegangan teko, lalu tindakan yang diambil adalah memegang pegangan teko itu, dan menuangkan air ke gelas.

B.3 Kesimpulan Teori Gipson

Konsep Dasar
  1. Perception (persepsi). Setting proses saat kita mengenal, mengorganisir, dan membuat sensasi yang kita rasakan dari lingkungan 
  2. Percept (persep, melihat).Gambaran kompleksitas mental yang terintegrasi, khususnya dari aspek sensasi dari sebuah figur 
  3. Pengalaman perseptual melibatkan empat unsur: 
  • Stimulus distal (stimulus jauh),Objek di dunia luar
  • Media Informasi (Information medium), Refleksi cahaya, gelombang suara, molekul kimia, atau informasi taktil (terasa) yang berasal dari lingkungan
  • Stimulus objek proksimal (dekat ke pusat retina) Representasi stimulus distal reseptor sensorik (misalnya gambar pada retina)
  • Objek Perseptual, Representasi mental dari stimulus

Evaluasi terhadap teori Gibson (1966) 

Illusi Visual
Penekanan Gibson pada persepsi langsung memberikan penjelasan atas fenomena persepsi manusia yang (umumnya) berlagsung cepat dan akurat. Namun, teorinya tidak dapat menjelaskan mengapa persepsi kadang-kadang juga tidak akurat, misalnya dalam ilusi. 

Gipson mengaku ilusi yang digunakan dalam karya eksperimental merupakan situasi persepsi buatan tidak mungkin ditemui di dunia nyata, namun penyisihan ini tidak dapat realistis diterapkan pada semua ilusi. 
Misalnya, teori Gibson tidak dapat menjelaskan kesalahan persepsi seperti kecenderungan umum bagi orang untuk melihat sesuatu yang vertikal relatif lebih panjang dan luas dari yang horisontal. 

Sebaliknya teori Gibson dapat menjelaskan ilusi secara alami. Sebagai contoh jika kita menatap untuk beberapa waktu kepada air terjun dan kemudian memindahkan pandangan ke objek statis, objek tampak bergerak ke arah yang berlawanan.


Poskan Komentar

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting