Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Sabtu, 07 September 2013

2Perkembangan Terakhir dari Seni: Stuckism Versus Posmodern Dan Anti-Art- Kembali Ke Modernisme (Re-Modernisme)

Hal 2
Dada di Paris dan munculnya Surealisme

Gambar Contoh kegiatan anti  art dan nonanti  art (Google, 2013)


The  art Class Dr Sketchy's

Hasil karya dari anti arts. Kelas A Dr Sketchy adalah seperti persilangan antara acara alternatif olok-olok dan overdosis kekacauan artistik. Dalam kelas Dr Sketchy ini adalah model, bukan mahasiswa, yang menjadi pusat perhatian, dan apa yang menjadi model mereka. Orang bertato, berbalut kulit, penari ditutupi bulu, dan  atau dewi Hindu yang dihiasi tengkorak- melakukan semacam pertunjukan panggung. Para siswa, sementara itu, menggambar adegan surealis itu, dan sementara pemimpin kelas mengatur permainan dan lomba menggambar.[14]


 Anti-art dapat mengambil bentuk seni atau tidak  Hal ini mengemukakan bahwa   anti-art bahkan tidak perlu mengambil bentuk seni, dalam rangka mewujudkan fungsinya sebagai anti-art. Hal ini masih diperdebatkan. Beberapa bentuk  antiseni yang adalah seni berusaha untuk mengungkapkan batas konvensional seni dengan memperluas sifat-sifatnya[15]

Gambar Contoh kegiatan anti  art dan nonanti  art (Google, 2013)

Seperti gerakan seni modern Futurisme dan, Dada keduanya menolak seni tradisional dan menciptakan  ideologi untuk dirinya sendiri secara ekstrem. Namun, alih-alih mempromosikan setiap etos tertentu, Dada adalah jelas memiliki etos juga. Dada lahir dari rasa frustrasi beberapa seniman yang melarikan diri ke Zurich dan New York selama  perang dunia I, Dada adalah jawaban atas kengerian atas konflik paling berdarah dari perang dunia I yang pernah disaksikannya. Melihat akibat  perang ini, dan sebagai akibat pembenaran atau "objektivitas" dan norma-norma budaya yang mengakibatkan perang ini. Para seniman dan orang –orang merasa terpanggil untuk menyerang kembali dengan kekacauan, imajinasi, dan anarki melalui banyak pernyataan, demonstrasi dan pertunjukan. Duchamp adalah salah satu  contoh  gerakan ini dengan ", Fountain" urinoir dengan "R MUTT" tertulis di atasnya. Karyanya ditolak oleh Masyarakat Seniman Independen pada tahun 1917 itu, karena karena tidak seni, dan upaya yang berani untuk mempertanyakan dan atau merusak kebiasaan dunia seni sebelumnya.


Gambar Contoh kegiatan anti  art dan nonanti  art (Google, 2013)

Pada pertengahan 1920-an, kaum revolusioner Dada telah berkumpul di Paris, di mana gerakan itu sudah dalam tahap akhir dari penghancuran diri yang tidak terelakkan. Rombongan garis keras yang paling didedikasikan -- untuk kecenderungan keseluruhan Dada-- menyebarkan manifesto nihilistik yang ditulis dengan semangat tetapi akhirnya mati. Salah satu  cabang gerakan ini berubah menjadi gerakan Surealis, yang juga, seperti Dada, menggembar-gemborkan kekacauan, hal ini tampak sebagai ungkapan batin yang disadari. Surealisme tampaknya banyak berangkat dari karakteristik abstraksi visual seni modern, namun masih menganut konsep bahwa kebenaran itu ada, hanya sekarang itu harus dibuka melalui eksplorasi mimpi dan ketidaksadaran seniman bukan oleh logika dan akal sehat.

Posmodern sebagai After-Effects Dada
Dalam "Akar yang tidak dikenal dan peniruan yang terang-terangan," David Locher mengkritik secara sinis Posmodernisme yang telah "mencuri" fondasi filosofis Dada. Locher benar dalam menghubungkan beberapa alat seni antara dua gerakan, seperti memanfaatkan gambar atau hal-hal yang berasal dari kehidupan sehari-hari, tetapi tampak bahwa keragaman maksud di balik seni  posmodern  menentang hubungan mendasar terhadap mentalitas  antiseni murni Dada, Posmodernisme rela menggunakan motif historis untuk menciptakan seni eklektik, Dada menjauhi semua bentuk seni sebelumnya dan melihat dirinya sebagai inheren anti-art. Seni  posmodern  memberikan suara kepada orang-orang yang  sebelumnya tidak dianggap (masuk kotak seni  modern ) [16], tetapi Dada dicari hanya untuk mencela dan menghancurkan norma-norma budaya yang didefinisikan estetika kontemporer, dan banyak praktisi yang paling terkenal tetap sebagai budaya konservatif sebagai luhur mereka.

Stuckism adalah gerakan seni internasional yang didirikan pada tahun 1999 oleh Billy Childish dan Charles Thomson untuk mempromosikan lukisan figuratif dan menentang  seni konsep (concept art). Billy Childish dan Charles Thomson [17], telah mengeluarkan beberapa pernyataan tentang "Stuckism, terutama tentang mencari keaslian. Pernyataan lain adalah  remodernism,  yaitu kritik terhadap aliran  posmodernisme  yang menggali seni lokal, historis. Stuckis sebaliknya, bertujuan untuk kembali ke semangat sejati modernisme, untuk menghasilkan karya seni dengan nilai spiritual terlepas dari gaya, dan kaitannya dengan kelas menengah. Dalam pernyataan lain  mereka juga mendefinisikan diri mereka sebagai anti-anti-art, yang melawan  antiseni dan untuk seni.

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa  secara paradoks, kebanyakan bentuk  anti-art secara bertahap telah benar-benar telah diterima sebagai seni yang normal dan konvensional.  Bahkan gerakan yang menolak seni ini karyanya banyak dikumpulkan oleh lembaga kebudayaan yang paling bergengsi.  Seni  antiseni telah menjadi konvensional, dan menggambarkan diri mereka sebagai anti-anti-art.

Stuckisme (stuckism) adalah  sebuah gerakan kesenian yang terjadi di Inggris dimulai pada tahun 1999 dengan tokoh pendirinya Billy Childish dan Charles Tompson yang  tergabung dalam kelompok  stuckist   pertama dengan anggota 13 orang. Gerakan seni ini muncul sebagai reaksi dari dominasi wacana estetika dan pasar seni dari eksponen-eksponen Young British Artists (YBA). Dominasi mereka yang begitu besar di Inggris juga didukung oleh monopoli pasar oleh dealer seni Charles Saacthi, yang ditandai oleh tersingkirnya para seniman lain yang berada diluar kelompok mereka. Gerakan ini selain mempertentangkan persoalan monopoli dan dominasi YBA. Saacthi, juga menentang ideologi seni postmo dan conceptual  art yang dianggap sudah terlalu establish di Inggris. Selain itu mereka juga menyoroti permainan-permainan kotor para kurator, serta skandal di Tate Britain. Aksi mereka banyak mandapat sorotan publik terutama ketika mereka membeberkan beberapa skandal yang terjadi di seni rupa kepada dewan kehormatan seni, dan beberapa laporan ini membongkar kebusukan-kebusukan yang terjadi dalam institusi seni yang dilaporkan tersebut. Berita ini mendapatkan simpati publik sehingga para  stuckist   semakin diterima dimasyarakat.

Penamaan  stuckism  diambil begitu saja dari sebuah puisi Tracey Emin ketika mengomentari lukisan Billy Childish, pacarnya. Stuckism berasal dari kata “stuck” yaitu kata yang sering diulang oleh Tracey Emin dalam puisinya ” Your painting are stuck, …. Stuck! Stuck! Stuck!). Anggota yang bergabung dalam kelompok stuckisme  ini disebut stuckist.

Untuk menandai keberadaannya, para  stuckist   ini membuatan manifesto-manifesto yang intinya berisikan sikap mereka terhadap seni postmo dan conceptual  art serta ketidakpercayaan mereka terhadap para kritikus seni. Manifesto pertama mereka menentang sikap anti proses dari seni postmo, pemakaian artisan,   seniman tidak lagi terlibat secara fisik dalam pembuatan karya seni. Seorang seniman bagi mereka harus terlibat langsung dalam pembuatan karyanya. Mereka menyatakan bahwa “artist who don’t paint aren’t artists “, atau kurang lebih berarti, seniman tidak terlibat secara fisik dalam pembuatan karya seni bukanlah seniman. Pada manifesto kedua mereka menyatakan keinginan mereka untuk menggusur seni postmo dengan paham remodernisme sebagai periode pembaharuan nilai spiritual seni, sosial dan kebudayaan.

Bersambung ke hal 3



 
Remodernisme

Paham ini dibuat sebagai suatu bentuk protes terhadap kegagalan seni konseptual dan posmodern dalam membangun jembatan kepada publik. Pada........



Poskan Komentar

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting