Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Selasa, 28 Februari 2017

Arsitektur Posmodern pada Bangunan Kantor di Universitas Negeri Padang

Nasbahry Couto


Isu-isu sekitar gaya arsitektur, umumnya hanya dikenal oleh orang “dalam”. Yaitu para partisipan seperti  desainer atau arsitek. Partisipan yang lain adalah  komentator dan pemerhati bangunan dan lingkungan, para penulis kritik arsitektur, yang tentu terbatas jumlahnya. Partisipan ini tidak mutlak selalu arsitek, bisa saja mereka adalah pemerhati yang memahami sejarah dan teori arsitektur. Seperti Charles Jenk, tokoh posmo yang melahirkan konsep enam tradisi arsitektur. Dia adalah seorang penulis dan pemerhati budaya ketimbang arsitek. Jadi kira-kira dalam posisi seperti ini pula tulisan ini ditulis. Dan muncul seadanya. Namun, tidak lupa pula penulis ucapkan terimakasih kepada sahabat penulis. Yaitu saudara Afriva Khaidir, MAPA., PhD. dari bagian perencanaan di UNP. Yang mendorong penulis untuk menyusun tulisan ini. Maksud lain diantaranya adalah untuk koran kampus Ganto, yang penulis maksud juga dimuat di blog penulis. Ada pula pembicaraan, bahwa dalam rangka peresmian pemakaian beberapa gedung baru di Universitas negeri  Padang, rasanya perlu muncul tulisan seperti ini yang diprediksi cendrung bergaya arsitektur posmodern (posmo). Sebelumnya, pembicaraan mengenai bangunan-bangunan ini mungkin hanya sebatas fungsi, sedangkan dari sisi arsitekturnya tidak terperhatikan atau diperbincangkan.

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting