Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Kamis, 10 Juli 2014

Plein Air Painting

Jason Sacran, Great Spirit Bridge, oil, 12 x 16. Sumber  Southwest Art

 Oleh Nasbahry Couto

Tahun 1995, saya menerima kiriman dua eks majalah Southwest Art dari Amerika. Yang mengirim adalah adik saya yang lagi libur ke Amerika saat itu, yang suaminya bekerja di perusahaan minyak Amerika Hufco, di Balikpapan.  Saya kaget melihat repro-repro karya seni yang tampilkan di majalah itu, apalagi lukisan-lukisan lanscapnya bagus-bagus. Tadinya saya berpikir pragmatis bahwa majalah seni Amerika ini -- seperti perkembangan seni terakhir saat itu –- pastilah berisi gaya seni posmoderen, abstrak, konseptual atau sejenis ini.Ternyata tidak. Galery-galery seni, kolektor seni dan seniman di Amerika yang umumnya ada (baik karya keramik, patung lukis) adalah yang biasa-biasa saja yang  dikenal dari perkembangan seni, namum dari segi penampilan, manajemen, pameran, diskusi dan seminar, maupun koleksi portofolio seni di sana sangat teradministrasi dengan ketat.


Saya ingat dengan tulisan Bambang Sugiharto, tentang “Tantangan Seni Rupa di Era Global”, yang bernada pesimis, juga dimuat pada blog ini, seakan-akan bertentangan dengan kenyataan yang saya lihat sekarang di Amerika. Oleh karena itu, 20 tahun kemudian, atau beberapa hari yang lalu, saya mulai melacak kembali majalah Southwest Art ini di internet, ternyata majalah ini juga ada di internet. Beberapa topik yang dikembangkan oleh editor seni majalah ini diantaranya adalah Diskusi tentang bagaimana untuk mulai menemukan koleksi seni di sini serta refleksi pada seniman kontemporer Amerika terbaru untuk menciptakan landscape paintings, still life paintings, dan banyak lagi yang lain. Majalah ini juga menyelidiki cowboy art dan Native American art, berikut update pada kompetisi seni, pertunjukan seni, pameran seni, dan banyak lagi. Dapat di lihat lebih lanjut di sini.

Yang saya pikirkan adalah topik yang dibicarakan oleh Bambang Sugiharto  dalam seminar di Padang, yang  bertajuk Seminar Nasional Pendidikan Seni Budaya dan Industri Kreatif dalam Menghadapi Tantangan Global, ya saya sebenarnya berpikir orang Amerika telah lama mengembangkan seni secara sadar dan realistis yang terkait dengan seni budaya dan Industri kreatif, setidaknya apa yang dikembangkan oleh organisasi profesi seni di Amerika adalah salah satu model atau contohnya. Jadi jawaban atas masalah seminar di Padang ini tidak harus lari ke masalah filosofis. 


Untuk industri kreatif, mungkin saja telah banyak dikembangkan di Indonesia sejak adanya kementerian yang mengurus ini di Indonesia, nampaknya sudah banyak  galeri seni dan juga sanggar seniman, terutama di Bali, namun pada kesempatan ini saya ingin membicarakan salah satu yang menarik bagi saya, dan juga mungkin untuk orang lain yaitu plein air painting.

Plein Air Painting
[ɑ plɛn ɛʁ] ) adalah ungkapan bahasa Perancis yang berarti "di udara terbuka" dan terutama digunakan untuk menggambarkan tindakan melukis di luar ruangan, yang disebut juga dalam bahasa Perancis peinture sur le motif . Hal ini juga dapat dipakai untuk menggambarkan kegiatan lain, di mana seseorang mengambil bagian di lingkungan luar. Jadi En plein air adalah istilah dari bahasa Perancis yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "di udara terbuka." Istilah "lukisan plein-air,"  yang dipakai saat ini, biasanya mengacu pada lukisan yang diselesaikan pada lokasi.

Melukis biasanya di studio, di dalam ruang dalam rumah, hal ini telah dikerjakan setelah cat minyak ditemukan di daerah Flam (Belgia) sekarang, yang  dahulu daerah Benelux (Begia, Nederland, Luxemburg). Yaitu melukis di atas bidang datar seperti di atas papan, kain kanvas dengan bahan minyak. Jauh sebelumnya melukis di permukaan dinding dengan bahan kapur warna (Fresco), telah dikenal sejak zaman Mesir, Romawi Kuno.

Sebenarnya pelukis telah lama melukis luar rumah, para pelukis yang melukis langsung di alam di kenal sejak seni Impresionisme. Pada pertengahan abad ke-19 bekerja di lingkungan cahaya yang alami menjadi sangat penting, misalnya bagi sekolah Barbizon dan kelompok Impresionisme.

Sebagaimana yang diketahui, popularitas lukisan en plein air meningkat pada tahun 1870-an dengan dikenalnya  tabung pasta cat (menyerupai pasta gigi tabung moderen). Sebelumnya, masing-masing pelukis membuat cat mereka sendiri dengan digiling dan mencampur pigmen bubuk kering itu dengan minyak biji rami.

Bagaimana cara seniman melukis dan peralatan apa yang dibawa saat itu?  Selama periode impresionis dikenal peralatan "Box Easel",  atau dikenal dengan French Box Easel.  Bagaimana box easel pertama kali dikembangkan tidak jelas, tetapi  alat pensil, kemudian easel berkaki  termasuk kotak cat dan palet sangat portabel untuk dibawa. Sehingga perjalanan  ke hutan dan atau menaiki lereng bukit dengan alat ini menjadi mudah. Peralatan easel ini masih dibuat hari ini, dan tetap menjadi pilihan populer, bahkan untuk digunakan di rumah, karena easel ini dapat dilipat dan disimpan.

Para pelukis Plein Air painting yang terkenal pada paruh kedua abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh misalnya,  di Rusia terkenal pelukis seperti Vasily Polenov, Isaac Levitan, Valentin Serov, Konstantin Korovin, Levitan Birch Grove. Di Amerika seperti  Sekolah  Old Lyme, termasuk, Guy Rose, Robert William Wood, Mary DeNeale Morgan, John Gamble, dan Arthur Hill Gilbert. Di Kanada misalnya Group of Seven dan Tom Thomson adalah contoh pendukung plein Air Painting. Popularitas lukisan luar ruangan telah bertahan sepanjang abad ke-20 dan abad ke-21.


Beberapa contoh karya plein air painting awal abad ke-20

Vasily Polenov (Rusia)

Forest Pathway

Portrait of Vasilii Petrovich Shchegolenok

Valentin Serov (Rusia)

Portrait-of-praskovya-mamontova-1889

Konstantin Korovin (Rusia)



Levitan Birch Grove (Rusia)


Oak, 1880


View-in-plyos-1888

Guy Rose (Amerika)


 The saine valley giverny guy orlando

Robert William Wood (Amerika)




Mary DeNeale Morgan (Amerika)


Mary DeNeale Morgan (1868-1948) Country cottage

John Gamble (Amerika)


Calivornian

Arthur Hill Gilbert (Amerika)

Landscape with Lak

Tom Thomson (Canada)


Spring, Algonquin Park

Plein Air Painting di Amerika (PAPA)

PAPA adalah, Plein Air Painting of America, sebuah organisasi pelukis di lapangan, di Amerika. Pelukis Plein-Air America adalah sekelompok kecil profesional  yang berdedikasi untuk lukisan on-lokasi. Sejak berdirinya organisasi ini pada tahun 1986 memerlihatkan pengakuan terhadap keberadaan karya seni cat basah di Catalina, PAPA telah menempatkan lukisan plein air di pentas nasional Amerika, serta kaderisasi bibit pelukis sejenis ini yang telah mekar di seluruh negeri ini. Keanggotaan PAPA sekarang mencakup delapan belas negara bagian di Amerika. Pameran dan Penjualan: PAPA memiliki dua pameran di musim semi, termasuk seminar tentang mengapa kita melukis di luar ruangan di Salmagundi klub di NYC. Bermitra dengan San Dieguito River Valley Conservancy untuk pameran dan penjualan di California Center for the Arts, dan berencana untuk melaksanakannya lagi pada bulan Maret tahun 2015, dan menjadwalkan pameran di Cape Cod Museum of Art , Dennis, MA, pada bulan Juni 2015. (lihat di http://www.p-a-p-a.com/)

Menurut majalah Southwest Art, (2014), selama 20 tahun terakhir, minat orang Barat khususnya Amerika dalam lukisan plein-air telah meledak dan digandrungi. Seperti yang diketahui, cara melukis seperti ini dianggap revolusioner ketika munculnya gaya seni lukis impresionis di Perancis . Pada saat ini mereka bekerja secara rutin pada lokasi tertentu, untuk melukiskan lukisan pemandangan atau  lanskap.

Seperti yang dilansir oleh Southwest Art, (2014), pada masa kini, para pelukis Plein-air Barat sering berpendapat bahwa ada sesuatu yang hilang ketika sebuah lukisan berasal dari sebuah foto sebagai satu-satunya referensi lukisan, mereka berpendapat bahwa cara melukis seperti itu tidak menyampaikan pengalaman bahwa mereka benar-benar ada di sana.

Beberapa hasil lukisan Plein Art Painting : Sumber: Southwest Art, bulan  May 15, 2012


Kathryn Stats

Mid Summer Morning, oil, 10 x 17.


Joseph Orr

Road to Summer, acrylic, 24 x 30.

Matthias Fischer
Vineyard Views, oil, 12 x 16.


Robert Hagberg
Caressed, oil, 18 x 24.


Jim Wodark

Joy Ride, oil, 12 x 16.


Michael Charron

Divine Glow, oil, 32 x 40.


Leslie Allen
Lily Lake Reflections III, oil, 24 x 30.


Mark Kelvin Horton
North Devon Coast, England, oil, 7 x 10.


Jeanne Echternach


Creekside, oil, 12 x 9.
Poskan Komentar

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting