Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis blog ini

Kamis, 01 Januari 2009

Materi Pembelajaran Seni dan Budaya Lokal, Nasional dan Mancanegara



Menurut hemat penulis, paling tidak ada empat aspek yang dibahas menurut standar pendidikan seni di tingkat perguruan tinggi  mancanegara, yaitu berikut ini.3)
1.    Aspek produksi dan tampilan dan pameran seni
2.    Aspek yang terkait dengan kebudayaan dan sejarah seni
3.    Aspek respon dan kritik seni
4.    Aspek respon estetik dalam seni

(gbr.Koleksi Agus Hamdani)

Aspek produksi, tampilan dan pameran seni dapat dibagi lagi atas  11 sub aspek, namun  yang terkait dengan penulisan buku ini adalah :
  1. Sub aspek teknologi dalam seni (Production, Performance and Exhibition of Dance, Music, Theatre and Visual Arts )
  2. Sub aspek teknologi dalam kemanusiaan (Technologies in the Arts dan Technologies in the Humanities)
Memang tidak semua sub-aspek akan diuraikan dalam buku ini. Sedangkan pengetahuan tentang teknologi dalam seni menurut standar pendidikan tinggi seni dapat dilihat dalam beberapa peringkat antara lain:
  1. Tahap 1. Memahami dan penggunaan teknologi tradisional dan kontemporer
  2. Tahap 2. Memahami dan memakai teknologi tradisional antara lain (e.g., kapur, pigmen, tanah liat, batu kayu, kulit, peralatan pena, stensil, alat-alat ukir kayu , alat tenun dan seterusnya berikut peralatannya)
  3. Tahap 3. Memahami dan penggunaan teknologi kontemporer (antara lain, CD/software, audio/sound equipment, polymers, tanah liat, board-mixers, fotografi, alat rekam /recorders dsb).
  4. Tahap 4. Menerapkan teknologi tradisi dan kontemporer untuk produksi, penampilan dan pameran seni dan karya lainnya.
  5. Tahap 5. Bereksperimen dengan teknologi tradisi dan kontemporer (antara lain bahan dan alat keramik, kayu, tanah, untuk benda pakai, karya grafis, karya tenun tradisi dsb.).
  6. Tahap 6. Bereksperimen dengan teknologi kontemporer (antara lain melalui penerapan warna dengan komputer, metoda pembuatan tekstur dengan komputer, mempelajari sistem huruf dan sistem huruf, teknik animasi, video teleconferencing, teknik multimedia, akses internet, library computer card catalogues dsb.)
Para ahli umumnya sepakat bahwa seni dan desain harus memiliki pakem (aturan) tertentu, agar seni itu tidak hanya duplikasi, imitasi, peniruan (kultur meme). Pakem seni visual yang paling umum, adalah aturan bahwa praktik seni itu harus mengacu kepada dua pilar utama, pertama mengacu pada konsep yang berkenaan dengan inovasi (inovation) dan tampil beda (differentation), dan yang kedua adalah keberhasilan persepsi visual (deals with visual perception). Masalahnya adalah bagaimana audience dan aspek psikologi berbaur agar memperhatikan, bagaimana persepsi visuil dapat meningkatkan pemahaman tentang differentation. (Daniela Büchler, Staffordshire University, England)

Keberhasilan visual estetika akademik diukur sebatas estetika komposisi (irama, balance, aksentuasi, harmoni, dsb), sedangkan estetika budaya memang beragam, namun semua berakar dari psikologi, apa yang menjadikan sebuah karya seni menarik ? Bukankah yang erotik, lucu atau mungil, mengagungkan (sublime), seram, mengerikan (horor), parlente bisa bermakna estetik bagi kultur tertentu.

Pemanfaatan aspek psikologi dalam seni dan desain bukanlah hal yang baru, tetapi pada umumnya, apa yang dilihat adalah hasil dari keinginan psikologis, seperti perasaan, pilihan, kelembutan, keindahan adalah sebagian sisi subjektif manusia saat berhadapan dengan artefak seni. Dalam hal ini, manusia dipandang memiliki tolls seperti: persepsi visual sebagai penentu objektif atas skala penglihatan, dan atas perbedaan (differentation). Berangkat dari pandangan ini maka pengulangan, peniruan (imitasi) karya-karya yang telah muncul sebelumnya bertolak belakang dengan prinsip inovasi bahkan dengan prinsip seni itu sendiri 4)
Pengetahuan tentang teknologi  konteksnya dengan kemanusiaan (Technologies in the Humanities), terdiri atas 4  tahap antara lain:
  • Tahap. 1. Memahami bagaimana teknologi tradisi dan kontemporer dalam dimensi kemanusiaan dan pengembangan ilmunya.
  • Tahap. 2 Mengkaji penerapan teknologi tradisi dan kontemporer dalam dimensi kemanusiaan dan pengembangan ilmunya.
  • Tahap 3. Kemampuan untuk mengkombinasikan kegunaan  spesifik dari teknologi tradisi dan kontemporer dalam dimensi kemanusiaan dan pengembangan ilmunya.
  • Tahap 4. Kemampuan untuk menganalisa dan menilai (evaluate) kegunaan teknologi tradisi dan kontemporer dalam dimensi kemanusiaan dan pengembangannya

Dalam buku ini dipakai istilah dimensi, untuk menjelaskan satu aspek saja yang ada pada seni yaitu aspek proses kreatif dan produksi seni, kata Teknologi bermaksud agar aspek keahlian dilihat sebagai pengetahuan. Sebagai bahan bandingan dapat pula kita lihat standar pendidikan di tingkat sekolah umum dan menengah di mancanegara sebagai berikut ini. 5) 
Since 1990 The Arts have been part of core curriculum in Oklahoma. The Priority Academic Student Skills (PASS) in The Arts is a basic curriculum framework. Visual Art and General Music objectives are grouped into the following four standards:

General Music
1. Language of Music
2. Music History and Culture
3. Music Expression
4. Music Appreciation

Visual Art
1. Language of Visual Art
2. Visual Art History and Culture
3. Visual Art Expression
4. Visual Art Appreciation

Khusus untuk pendidikan Seni Visual ( Seni Rupa) adalah sebagai berikut:
(Priority Academic Student Skills: Visual Art) terdiri dari 8 peringkat mulai dari kelas TK, SD sampai SMU), contoh di bawah ini adalah grade 1 ( tidak semua grade di cantumkan dalam buku ini)

Grade I.

Standard 1: Language of Visual Art
The student will identify visual art terms (e.g., collage, design, original, portrait, paint, subject).
1.    Use appropriate art vocabulary.
2.    Name elements of art; line, color, form, shape, texture, value and space.
3.    Name the principles of design; rhythm, balance, contrast, movement, center of interest  
       (emphasis) and repetition.
4.    Use the elements of art and principals of design.

Standard 2: Visual Art History and Culture
The student will recognize the development of visual art from an historical and cultural perspective.
1.    Understand art reflects a culture.
2.    Identify connections between visual art and other art disciplines.
3.    Identify specific works of art produced by artists in different cultures.

Standard 3: Visual Art Expression
The student will observe, select, and utilize a variety of ideas and subject matter in creating original works of visual art.
  1. Experiment in color mixing with various media.
  2. Use a variety of subjects, basic media and techniques in making original art including drawing, painting, and sculpture
  3. Demonstrate beginning skills of composition using the elements of art and principles of design.
  4. Use art media and tools in a safe and responsible manner.
Standard 4: Visual Art Appreciation
The student will appreciate visual art as a vehicle of human expression.
  1. Demonstrate appropriate behavior while attending a visual art exhibition in a museum or art gallery.
  2. Demonstrate respect for their work and the work of others.
  3. Demonstrate thoughtfulness and care in completion of artworks.

Standar pendidikan seni untuk tingkat menengah dan umum di mancanegara ini dapat kita bandingkan dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi mata pelajaran Seni dan budaya di Indonesia sebagai berikut ini 6)

Contoh untuk kelas 1
Tujuan
Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
  1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
  2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
  3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
  4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
Seni Rupa
1.    Mengapresiasi karya seni rupa
2.    Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

Uraiannya adalah :
1    Mengidentifikasi unsur rupa pada benda di alam sekitar (elemen dasar)
2    Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsur rupa pada benda di alam sekitar
3    Mengekspresikan diri melalui gambar ekspresif
4    Mengekspresikan diri melalui teknik menggunting/menyobek

Dengan membandingkan pendidikan seni di mancanegara dengan KTSP 2006 di Indonesia nampak bahwa kemiripan antara kurikulum pendidikan seni di Oklahoma dengan KTSP yang menekankan 4 aspek (mempelajari elemen dasar atau unsur dasar rupa, mengekspresikan diri/berkarya, apresiasi dan mempelajari unsur budaya).

Jika dibandingkan memang tetap saja ada kelebihan dan kekurangan dari KTSP 2006 sebab kata seni dan budaya, adalah kata yang bias dan terbuka untuk berbagai penafsiran seni berdasarkan budaya, dan aplikasinya yang untuk mempelajari seni lokal, dapat diartikan  sebagai berikut ini.
  1. Seni dan budaya lokal di Indonesia belum terbentuk menjadi ilmu pengetahuan yang mantap
  2. Beberapa komunitas kebudayaan di Indonesia masih dalam taraf yang sangat rendah sekali walaupun dalam beberapa diantaranya menunjukkan ketinggian budaya.
Suatu yang penting dari pendidikan seni rupa di Oklahoma yang tidak terdapat pada KTSP 2006 adalah materi pembelajaran kosa kata seni. Istilah ketrampilan dan istilah seni yang dipakai pada hakekatnya sudah memiliki kemiripan. Suatu yang penting dari pendidikan seni rupa di Oklahoma yang tidak terdapat pada KTSP 2006 adalah materi pembelajaran kosa kata seni. Istilah ketrampilan dan istilah seni yang dipakai pada hakekatnya sudah memiliki kemiripan.  Sisi lain yang tak kurang rumitnya ialah kondisi pendidikan dan pengajaran sejarah di sekolah itu sendiri, di samping buruknya citra mata pelajaran sejarah dalam masyarakat. 

Materi Seni dan Budaya Lokal

Risalah sederhana ini akan mencoba memetakan lebih jauh terhadap isu-isu kritis dalam dunia pendidikan sejarah yang mencuat pada ketiga locus ini dan untuk mendiskusikan strategi pemecahannya ke depan. Namun sebelum mengambil langkah-langkah konkret, kita harus berupaya menemukan masalahnya secara holistik dan bukan dengan memecahkan masalahnya secara darurat, parsial atau ikut terperangkap dalam hiruk pikuk lalu lintas pertukaran pendapat politik, melainkan mendiskusikan secara lebih konsepsional dan kritis tentang isu-isu mendasar (basic issues) yang membuat keadaan pendidikan pra-univesiter ini gampang pecah (fragile) dan membingungkan.

Materi Seni dan Budaya Indonesia

Materi Seni dan Budaya Mancanegara

Argumen pokok yang ingin dikembangkan dalam risalah ini ialah bahwa dilihat dari segi tujuan esensialnya, pendidikan dan pengajaran sejarah di sekolah selama lima puluh tahun terakhir ini, tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Masalahnya sudah demikian kompleks dan mendesak untuk dipecahkan; semuanya memerlukan perhatian serius tentang urgensi tugas yang terbentang di depan kita. 
Poskan Komentar

Sering dilihat, yang lain mungkin juga penting